World News Online

budihermanto.blogdetik.com

Siapa hendak turut..

2256508059_f3dbefb228.jpgNaik kereta api.. tut tut tut.. siapa hendak turut..

Pasti syair lagu anak-anak itu cukup kita kenal, sebuah penggambaran bagaimana cerianya naik kereta api. Tapi itu mungkin dulu sekali, karena sekarang ketika naik kereta api di republik tercinta ini sangat jauh dari kata ceria. Apalagi jika kereta yang kita tumpangi adalah kelas ekonomi, jangankan bisa ceria, tersenyum aja sepertinya susah. Bagaimana tidak, jumlah penumpang dan tempat duduk sangat tidak seimbang. Mungkin 3:1 atau lebih, wow. Gerah, penat, capek dan pusing tercipta bergumul dengan berbagai macam bau-bauan mulai dari bau minyak wangi sampai bau keringat yang tercampur.

Bahkan kadang-kadang terlihat penumpang yang naik di atas gerbong, terpaksa karena tak ingin ketinggalan kereta, padahal kereta sudah penuh. Hal ini tidak saja terjadi ketika hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri, tapi hari-hari biasa semacam Sabtu dan Minggu pun biasa terjadi. Kenapa? Lonjakan penumpang kereta api sepertinya mulai terjadi secara rutin semenjak harga-harga bahan pangan semakin mahal saja, bisa dibilang semenjak harga BBM naik. OK lah untuk saat ini kita coba tidak melirik soal BBM (cape deh), tapi coba kita pandang sejenak keberadaan kereta api itu sendiri.

Kereta api adalah alat tranportasi untuk jarak jauh yang hingga saat ini masih digemari oleh mayoritas rakyat republik tercinta ini, digemari karena memang harganya yang sangat murah, tentu saja untuk kereta kelas ekonomi. Tapi walaupun sangat digemari, dari segi pelayanan sangat jauh dari kata memuaskan. Apa karena murah itu ya? Hingga PT. KAI seperti hanya mau merangkak saja dalam membenahi kereta api dan fasilitas pendukungnya.

Padahal sekarang ada kereta api super eksekutif, kenapa saya bilang super? Sebab kereta api jenis ini segala fasilitasnya bisa mengalahkan pesawat terbang, wow. Benar, dengan harga tiket sekitar 4 juta rupian per orang untuk jurusan Jakarta-Surabaya, jangan kaget kalau di dalam gerbongnya anda akan serasa berada di hotel bintang 5 diamond, wah-wah. Belum lagi perjalanan kereta yang super cepat (untuk kereta api di Indonesia tentunya), sebab kereta yang lain pas akan dipaksa untuk berhenti menunggu (krez) hanya untuk mempersilahkan kereta api super eksekutif ini untuk lewat lebih dulu.

Ironi memang, disaat para penumpang di kelas ekonomi berdesak-desakan tak mendapatkan tempat duduk, di kereta super itu para penumpang berleha-leha dengan tertawa riang. Uang berbicara dengan kuasa sepertinya, sungguh ironi. Padahal hemat saya, boleh-boleh saja PT. KAI membuat kereta api super eksekutif atau sekalian saja seperti kereta api tercepat Shinkansen milik Jepang. Tapi, apa tidak sebaiknya dibenahi dulu rel-relnya. Memang rel-rel terus diganti dengan yang baru setiap tahunnya, tapi kenapa tidak berusaha dibangun rel dalam 2 jalur. Untuk sekedar pengetahuan saja, jalur rel yang ada sekarang sebagian besar adalah jalur rel yang dibangun dalam pemerintahan Daendles (Belanda) yang sampai memakan korban banyak jiwa dari rakyat republik tercinta ini waktu itu.

Memang tak semudah yang tertuang, tapi setidaknya saya berharap PT. KAI dan pemerintah lebih memperhatikan jeritan rakyat kecil dan miskin yang sayangnya masih sangat banyak di republik tercinta ini.

Jadi terus berkembanglah kereta api bangsa ini.
Tut tut tut.. siapa hendak turut..


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


22 Responses to “Siapa hendak turut..”

  1.   jakartasiana said:

    baru beberapa bulan lalu, selama hampir satu setengah tahun tiap dua minggu sekali naik ka…, klop dengan apa yang mas Budi gambarkan dalam posting di atas :-)

    “Wew.. bukti nyata ya bro..”

  2.   yoana said:

    Sudah jelaskan kalau Pemerintah Indonesia masih memperhatikan Rakyat2nya yang berduit saja.
    Buktinya kalau memang mengatas namakan seluruh Rakyat Indonesia(termasuk yang miskin),kenapa harga Kereta Super Eksekutif itu tidak terjangkau untuk kalangan bawah?
    Jawabnya:Itu tandanya,Pemerintah Indonesia ingin memberikan suasana yang aman dan nyaman untuk para penumpang Kereta Api yang berkelas atas “saja”,agar supaya mereka tidak berdesak2kan,bergumuh2han apalagi tidak nyaman dengan bau keringat dsb lagi seperti saat mereka menaiki Kereta Api biasa.

    Masih jauh lagi perjalanan Indonesia untuk mengikuti Negara2 maju seperti Jepang,Amerika contohnya.
    Sebaiknya sebelum menyediakan Kereta Api Super Eksekutif itu bukankah lebih baik memperbaiki keadaan ekonomi Rakyat2 tercintanya?
    Maksudnya daripada menggunakan uang untuk membuat Kereta dsb,bukankah lebih baik menyediakan rumah penampungan buat para Rakyat2 yang sampai saat ini masih tidur dipinggir jalan sana,atau menyediakan uang saku perbulan untuk para pengangguran yang terPHK seperti Negara2 maju lainnya,walaupun sedikit tetapi bukankah Mereka akan terbantu sampai menemukan pekerjaan yang berikutnya?
    Semoga saja Negara Kita dapat berubah seperti yang Kita Semua harapkan,Amin :)

    “Tentu bisa ce, karena orang-orang yang peduli seperti cc Yoana masih banyak di republik ini..”

  3.   dandoenk said:

    alat transportasi yang murah, nyaman, dan aman masih menjadi barang langka di negeri ini Gan ! Kalo murah sudah pasti kurang nyaman dan jauh dari rasa aman. Kalo nyaman dan aman sudah tentu harga tiketnya mahal. Pilihan untuk rakyat jelalatan seperti kita yang hanya satu… sudah klas ekonomi tapi masih pake ekonomi minus minus :D

    “Wew.. kalo minus 10 gimana, pasti tebal kacanya yah, lho koq..”

  4.   bintang9 said:

    sudah lama aku tidak naik kereta…..
    jadi “kangen” sama suaranya yang berisik ……..
    salam kenal

    “Sekali-sekali bole juga ngilangin kangen ama suasana sesak itu, kwkwkw..”

  5.   Istantina said:

    Terakhir naek kereta ekonomi tuh waktu jaman SD dulu.. Itu msh nyaman bgt.. Gak perlu desek2an.. Gak usa ada aroma2 bersatupadu..

    “Jaman berubah (semakin berat), orang-orang berubah (semakin banyak), tapi kereta apinya masih sama aja kayaknya tuh..”

  6.   anny said:

    Naik kereta api enaknya duduk dipinggir dekat kaca, asyik bisa lihat pemandangan indah diluar sana :)

    “Pemandangan diluar indah, pemandangan di dalam.. uendaah..”

  7.   biru said:

    kadang hidup memang terlihat seperti tidak adil!! tapi kita harus tetap semangat!

    “Bener banget, ayo tetap semangat..”

  8.   easy said:

    sudah lama ga naik kereta api sejak di palembang. dulu sering naik kereta jogja - klaten..

    tapi aku ga pernah lho nyanyi2 didalam kereta :D

    “Iya-iya, peace ya ce, hehehe..”

  9.   orangbijak said:

    Walaupun hidup ini kadang terasa tidak adil,…
    tapi kita harus tetap menjalaninya toch….
    tul nggak mas… :)

    “Bener mas, menjalani dengan semangat..”

  10.   tyan said:

    Secara Pernah tinggaL 7th nimba ilmu di Jogja…
    KA bagian hidup yang lekat bgt buat gw…
    Ekonomis buat kocek mahasiswa…he….
    Chayo!!!
    SaLam kenaL….

    “Nah-nah, ini bukti nyata lagi, salam kenal balik mas Tyan..”

  11.   yoana said:

    horeee….pertamax :)

    “Wedew.. perasaan kereta api ndak pake pertamax ce, hehehe..”

  12.   Willy Hardhika said:

    uang berbicara bro,,,,,,

    “Padahal ndak ada mulutnya ya..”

  13.   fanabis said:

    mas mau liburan kemana tahun baruan? :)

    “Wew.. liat-liat dulu deh..”

  14.   winmit said:

    kereta emang jadi transport alternatif, abis naik mobil jalanan maceeeetttttttttttttttttttt

    walaupun rela harus berdesak-desakan ……………. :P

    “Lancar tapi hot, kwkwkw..”

  15.   cyperus said:

    aku lum pernah naek kereta….
    hiks..

    “Wew.. kebiasaan naek pesawat tros pasti nih, sekali-sekali bole dong naek kereta api, biar tau gimana tersiksanya, hehehe..”

  16.   Professor Chaos aka Greenapple2008 said:

    apa?4juta?ah yg benar,br dengar nih,wah wah wah
    geleng2 sambil muter2 nih kelapa,eh kepala
    btw,gua paling senamg tuh naik kreta api jakarta bandung sambil dengerin musik,wah,…..

    “Yup, 4 jt tu bwt kereta terbaik di republik ini, dak percaya, silahkan hubungi PT. KAI, disana juga ada sayur bayam loh ce, kwkwkw..”

  17.   WinMit » Perjalanan di blogdetik.com (terinspirasi dari “anticake”) said:

    [...] Pengangguran. blognya addicted2thatrush miliknya cyperus. Setelah itu kita naik kereta di blognya Siapa hendak turut.. bloknya mas budihermanto. Lanjut lagi dehke blognya depz, dengan Kaca Mata, setelah berkaca mata, [...]

    “Wew.. sambung menyambung kayak kereta api ya, hehehe..”

  18.   buluberuang said:

    kereta api itu raja nya alat transportasi ya :D

    rombongan presiden aja pasti bakal berhenti dulu kalau ada kereta lewat :D

    “Bener banget kk, tapi terpaksa kayaknya, soalnya ndak mau dicium kereta api..”

  19.   Professor Chaos aka Greenapple2008 said:

    ah oh my God,mahal sekali tuh,pemborosan cuma buat naik kereta api segitu,uh uh uh…ada Jacuzzi nya kali ya?trus brp jam dong jak-surabaya?3jam an,kl iya 4juta???uh,pemborosan,bagi2 aja ama anak jalanan,hehe
    ssst,aku lagi cari bibit bayam,buat di taburi ntar kalu musim kemarau sudah tiba,loh??

    “Wew.. trus kalo bayemnya uda gede di mutilasi rame-rame ya ce, kwkwkw..”

  20.   News and Culture Reviews » Please, give our love to the Earth.. said:

    [...] perjalanan Siapa hendak turut, ada sebuah pemandangan tak nyaman yang terlihat selama menaiki kereta api di kelas ekonomi. Apa [...]

  21.   miko said:

    Naik kereta kelinci jurusan surabaya jakarta ada kan?

    Kereta jenasah eksekutif mungkin keren?

    Sek iso ngresakno gak yo?

    “Bisa dong pak guru, bikin aja acara jalan-jalan sama anak-anak pake kereta super itu, kwkwkw..”

  22.   xpasqking said:

    seingatku, perjalanan kereta ekonomi yang tiketnya cuma 17rb ( dulu ), masih lebih mengesankan daripada ngeluarin duit 4jt. ada kesan gimanaaa gitcuuu..
    nice bud…

    “Yang jelas kereta 4jt lebih mirip hotel bintang 5 berjalan, mau coba pulang ke palembang naik itu tah, hehehe..”

Leave a Reply