• 18

    Jan

    Anugerah.. Suargaloka..

    Kepandaian.. Kekayaan.. Kederajatan.. Bahkan kesucian, masih saja terasa kurang Dan dengarkanlah..! Bagaimana Adam memohon Memohon adanya seorang kekasih untuknya Hawa, kekasih yang bahkan lebih istimewa dari langit Lalu lihatlah..! Bagaimana keduanya dipisahkan Dipisahkan ribuan jarak dan ratusan waktu Bumi, pijakan yang bahkan tak ada secuil dari cinta mereka Hingga resapilah..! Bagaimana keduanya selalu yakin Yakin bahwa inilah anugerah Suargaloka, impian yang bahkan Tuhan sendiri yang menyajikan
  • 6

    Jan

    Wahai negeri yang damai..

    Wahai negeri yang damai.. Yang tanahnya jadi tempat pijakan.. Tempat-tempat suci.. Dari berbagai keyakinan.. Wahai negeri yang damai.. Yang udaranya jadi suapan napas.. Orang-orang suci.. Dari berbagai rahim.. Wahai negeri yang damai.. Yang airnya jadi penghidupan alam.. Penjuru-penjuru suci.. Dari berbagai bahasa.. Kenapa sekarang.. Bahkan tangan seluruh bumi.. Tak bisa menghapus air mata tangisanmu.. Bahkan doa seluruh bumi.. Tak bisa mengeringkan darah penderitaanmu.. Wahai negeri yang damai.. Perjuangkan damaimu.. Damai kita bersama.. Please, save Palestina.
  • 30

    Dec

    Detik..

    Ada seorang bertanya.. Kapan saat yang merugikan kita setahun ini.. Yang ditanya menjawab.. Ketika 1 detik yang lalu.. Kita tidak melakukan apa-apa.. .. Selamat Tahun Baru Saka.. Selamat Tahun Baru Hijriyah.. Selamat Tahun Baru Masehi.. Semoga semakin sedikit detik.. Yang tak kita gunakan..
  • 13

    Nov

    Semoga sang Dalang segera merubah cerita..

    Semar tergeletak di ranjang, kesakitan.. Shinta teraniaya oleh Rama.. Rahwana menginjak-injak Petruk dan Bagong.. Arjuna hanya sembunyi di ketiak Srikandi.. Bima terbuai maninan Barbie-nya.. Yudhistira terlelap di pangkuan Dewi Kunti.. Drupadi sibuk creambath di salon kesayangannya.. Hanoman.. Terpaku di depan TV.. Dengan stick PS 3 di tangan.. Para Kurawa tertawa.. Bergelimpangan emas, wanita dan BMW.. Hasil palakan di pasar Keputran.. Betara Guru hanya boneka di singgasananya.. Betara Narada meringkuk di penjara perut bumi.. Siapa lagi yang pantas diharapkan.. Diagungkan.. Dipercaya.. Tuk merubah.. Tuk menghukum.. Tuk membenahi.. Tanah dan udara tercinta ini..
  • 9

    Sep

    Anugerah Suargaloka

    Kepandaian.. Kekayaan.. Kederajatan.. Bahkan kesucian, masih saja terasa kurang Dan dengarkanlah..! Bagaimana Adam memohon Memohon adanya seorang kekasih untuknya Hawa, kekasih yang bahkan lebih istimewa dari langit Lalu lihatlah..! Bagaimana keduanya dipisahkan Dipisahkan ribuan jarak dan ratusan waktu Bumi, pijakan yang bahkan tak ada secuil dari cinta mereka Hingga resapilah..! Bagaimana keduanya selalu yakin Yakin bahwa inilah anugerah Suargaloka, impian yang bahkan Tuhan sendiri yang menyajikan [Seberat apapun dalam mengarungi kehidupan ini, sudah sepantasnya lah untuk selalu dibanggakan dan diyakinkan pada yang lain, karena sesungguhnya semakin besar cinta Tuhan pada makhluk, maka semakin berat ujian yang kan dianugerahkan-Nya]
  • 27

    Aug

    Intan, emas dan busung lapar

    Siapa berani menyangkal Dari perutmu berbuah intan Dari dadamu mengalir emas Dengan intan dan emas itu Bisa kau dapatkan kendaraan tercanggih dari Romawi Dengan intan dan emas itu Bisa kau dapatkan pakaian termewah dari Babilonia Dengan intan dan emas itu Bisa kau dapatkan makanan terlezat dari Himalaya Tapi.. Mengapa kau masih berjalan tanpa alas kaki? Mengapa kau masih berbaju daun dari hutan? Mengapa kau masih membuncit karena busung lapar? Siapa.. Siapa yang memetik intan dari perutmu? Siapa yang menghisap emas dari dadamu? Memetik dan menghisap tanpa sepengetahuanmu Memetik dan menghisap bukan untukmu Save the Papua!
  • 27

    Aug

    Kenapa? Apa salahku?

    Sekilat cahaya menusuk mata Suara gemuruh memecahkan gendang telinga Gelap.. Gelap dimana-mana Sayup-sayup suara bertebaran Erangan manusia-manusia menyayat pilu Ada yang menangis Ada yang merintih Ada juga yang diam Tidak bisa menangis Tidak bisa merintih Diam.. Diam selamanya Ceceran darah ada di lantai Ceceran daging ada di langit-langit Potongan tubuh manusia terlempar kemana-mana Itu.. Itu potongan tubuh ayahku Itu potongan tubuh ibuku Itu potongan tubuh suamiku Itu potongan tubuh isteriku Itu potongan tubuh anakku Kenapa? Kenapa kau turunkan tangan mautmu? Apa salah ayahku? Apa salah ibuku? Apa salah suamiku? Apa salah isteriku? Apa salah anakku? Apa salahku? Stop terorism!
  • 27

    Aug

    Air murka atau air senyum

    Belum hilang suara desingan peluru-peluru itu Selongsongan peluru yang terjatuh pun masih berserakan Belum hilang rasa sakit akibat tembakan itu Darah yang mengalir dari luka pun masih belum mengering Kini bukan lagi selongsongan peluru yang berserakan Kini bukan lagi darah yang mengalir Peluru-peluru itu telah terseret Darah-darah itu telah tersapu Oleh air Air yang berasal dari dalam samudera Air yang tergerak oleh gesekan perut bumi Air yang datang dengan gagah Air yang ingin memeluk bumi Menerjang semua yang menghalanginya Inikah air murka Mu Atau inikah air senyum Mu Hanya satu pinta kami Tetap lirik kami Tetap toleh kami Please, heal the Aceh
-

Author

Follow Me